Ikatan Arsitek Indonesia wilayah Bali mengadakan Musyawarah Provinsi X Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Bali pada hari Sabtu, 19 Desember 2020 bertempat di Hongkong Garden dan disiarkan melalui media Zoom. Musprov X yang mengambil tema "Profesi Arsitek dan UU Cipta Kerja: Kesempatan-Harapan-Tantangan" ini disaksikan dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).

“Menilik sebuah kata mutiara: ibu dari segala seni adalah arsitektur. Tanpa arsitektur milik kita sendiri, kebudayaan kita tidak akan memiliki jiwa,” kata Cok Ace dalam sambutannya. Cok Ace mengatakan kata mutiara itu mengandung arti bahwa arsitektur merupakan jiwa, roh, jatidiri, dan budaya yang perlu dilindungi, dikembangkan, dan sebagai ciri khas suatu daerah. Hal ini sejalan dengan misi ke-10 program pembangunan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, yaitu memajukan kebudayaan Bali melalui peningkatan, pelindungan, pembinaan, pengembangan dan pemanfaatan nilai-nilai adat, agama, tradisi, seni, dan budaya krama Bali, di mana salah satunya termasuk pelindungan arsitektur tradisional Bali.

Cok Ace menambahkan, dengan terselenggaranya Musyawarah Provinsi (Musprov) X Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Bali Tahun 2020, turut memberikan dukungan moril untuk bekerja dan mengabdi optimal bersama-sama secara pemerintah daerah dan komponen masyarakat jasa konstruksi lainnya, memajukan pembangunan infrastruktur khususnya bidang arsitek di Indonesia.

Adapun serangkaian acara Musprov X Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Bali adalah Penjaringan Bakal Calon Ketua, Penetapan Calon Ketua, Masa Kampanye Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua, Penetapan Peserta Musprov, dan Puncak Acara Musprov pada tanggal 19 Desember 2020. Pada Musprov X ini terpilih Ketua Ikatan Arsitek Indonesia wilayah Bali yang baru yaitu, Made Gede Suryanatha, S.T., IAI dengan masa bakti 2020-2023 menggantikan I Kadek Pranajaya, S.T., M.T., IAI yang telah berakhir masa baktinya.